pengetahuandunia23.xyz Fadhilah ratib al athos serta bacaannya - Pengetahuandunia23

Fadhilah ratib al athos serta bacaannya

Makna Ratib Kata Ratib diambil dari kata
Rotaba Yartubu Rotban Rutuuban atau Tarottaba Yatarottabu Tarottuban,
yang berarti tetap atau tidak bergerak. Jadi kata Ratib menurut Lughot
(bahasa) artinya kokoh atau yang tetap. Sedangkan menurut istilah, Ratib
diambil dari kata Tartiibul-Harsi Lil-Himaayah ( penjagaan secara rutin
untuk melindungi sesuatu atau seseorang ). Apabila disebuah tempat ada
bala tentara yang berjaga guna melindungi masyarakat, maka mereka
disebut Rutbah, dan jika yang berjaga satu orang maka disebut Ratib,
para ulama berpendapat makna Ratib adalah kumpulan atau himpunan
ayat-ayat Al-qur’an dan untaian kalimat-kailmat dzikir yang lazim
diamalkan atau dibaca secara berulang-ulang sebagai salah satu cara
untuk bertaqorrub (mendekatkan diri kepada Allah SWT)

Keberkahan
Ratib Al-Habib Umar Bin Abdurrahman Al-Atthos.Ratib Habib Umar yang
dibari nama Azizul Manl Wafathul Babil Wisol seperti dikatakan oleh
Al-Habib Ali bin Hasan AL-Atthos di dalam kitab Al-Qirthos bagian kedua
juz pertama : “ Ratib Habib Umar merupakan hadiah yang tertinggi dari
Allah bagi umat Islam melalui Habib Umar “.ketahuilah bahwa Ratib yang
besar dan Hizib yang kokoh dan sumber yang murni ini, yaitu Ratib Habib
Umar Al-Atthos terkandung didalamnya rahasia-rahasia dan Nur-Nur,
manfaat yang besar, faedah-faedah yang luar biasa tinggi nilainya, dan
tak dapat diperkirakan batas kekuatan pemeliharaanya.
Al-Habib Ali
bin Hasan Al-Atthos mengatakan sepengetahuan kami Al-Habib Umar tidak
ada sesuatu yang di tinggalkannya berupa bekas peninggalan ( seperti
kitab atau masjid terkecuali Ratib ini ) maka dengan jelas Ratib ini
diintisabkan kepada pribadinya langsung.
As-Sayyid Al-Imam Isa bin
Muhammad Al-Habsyi berkata : “Bahwa sering kami mendengar Al-Habib Umar
dalam pembicaraan-pembicaraanya selalu menyebutkan kelebihan dan
kebesaran Ratib ini dan beliau mengtakan banyak orang yang datang
kepadanya mengeluhkan tentang kesempitan penghidupan mereka, maka mereka
disuruhnya membaca dengan zikir Tauhid sesudahnya Ratib, mereka pun
mengamalkannya dan Allah Ta’ala lepaskan semua kesulitan mereka, dengan
berkat beliau dan Ratibnya.

As-Sayid Isa pun mengatakan bahwa ada orang dipercayai mengabarinya
bahwa dia mendengar dari Syeikh Ali bin Abdullah Ba-Ross (beliau adalah
murid terdekat merangkap Khodam Habib Umar ) berkata : “ Saya melihat
sebuah kitab tertulis disitu bahwa barang siapa yang merutinkan membaca
Ratib ini diharapkan akan terampuni semua dosa-dosanya”.
Adapula
jama’ah dari Al-Mukhtamadun ( yang dipercaya ) mereka mengkisahkan apa
yang mereka ketahui mengenai apa yang terjadi atas diri As-Sayid Alwy
bin Alwy bin Abdullah ibn Al-Musawwa , yaitu pada tahun terakhir
hayatnya beliau berziarah ke kota Tarim, Sayid Alwy jatuh sakit, sakit
yang membawa kepada ajalnya, sehingga nyaris terjadi pada saat itu juga,
melihat keadaan itu maka Al-Habib Abdullah bin Alwy Al-Haddad berkata
kepadanya : “ Wahai Sayid Alwy, ketahuilah bahwa ajalmu telah tiba
saatnya dan tidak diragukan lagi”. Maka dijawab oleh Sayid Alwy : “
wahai Habib Abdullah do’akan saya agar saya dapat penundaan umur
sehingga saya bisa sampai kerumah saya dikota Amed dan berkesempatan
melihat anak-anak saya dan berkumpul bersama keluarga saya “. Dijawab
oleh Habib Abdullah bin Alwy Al-Haddad : “ Engkau perbanyaklah
mengucapkan apa yang diucapkan oleh Al-Habib Umar Al-Atthos dalam
Ratibnya yaitu :
"Wahai Yang Maha berlemah lembut, engkau selamanya
begitu, berlemah lembutlah terhadap kami dalam segala kejadian,
sesungguhnya engkau Maha berlemah lembut dan takkan berubah, berlemah
lembutlah terhadap kami dan kaum muslimin ".
Ucapkanlah terus sampai
engkau tiba ditempatmu “. Maka mulai saat itu juga Sayid Alwy
mengulang-ulangi ucapan itu dan beliau berkata : “ Saat itu juga saya
mendapat kesembuhan dan bertolak pulang dari Tarim sambil
mengulang-ulangi disepanjang perjalanan, sampai saya tiba di kota Amed
dengan selamat, beliau sempattinggal bersama keluarganya selama dua 
bulan terhitung dari waktu tibanya di rumahnya, setelah itu wafat ke 
rohmatulloh di rumahnya.
Al-Habib Ali Hasan Al-Atthos menceritakan 
bahwa ada penduduk satu dusun yang terkenal dengan sebutan “Al-Mas’ud” 
yaitu satu kabilah dari kabilah Nawwah, mereka ini memiliki keyakinan 
yang kuat dan mencintai Al-habib Umar ( Shohibur Ratib ), mereka juga 
memiliki kebiasaan membaca Ratib dimana pun mereka berada, begitu pula 
saat-saat mereka turun gunung, baik laki-lakinya maupun wanitanya, malah
termasuk anak-anak mereka pun turut membacanya, dan saya sendiri pernah
turun ketempat mereka dan saya lihat kebanyakan mereka menghapalnya 
diluar kepala, benar keadaannya seperti apa yaang disampaikan dan 
dicertitakan orang-orang itu kepada saya.



Kemudian ada pula yang memberitahu saya bahwa, pada sewaktu kunjungan 
saya kedusun Al-Mas’ud bertepatan mereka akan diserang oleh musuh mereka
dari dusun yang lain dengan jumlah yang besar, dan mereka (Al-Mas’ud) 
tidak menyadari akan ancaman itu dan mereka tetap dengan kebiasaan 
mereka yaitu tiap malam membaca Ratib ini, dan pada suatu malam, ada 
yang mengintai mereka, beberapa orang mata-mata dari pihak musuh itu, 
untuk memperhatikan keadaan AL-Mas’ud itu dan situasi setempat, pada 
saat pengintaian itu mereka mendengar penduduk Al-Mas’ud sedang membaca :
" Dengan nama Allah kami beriman dengan Allah dan siapa beriman dengan Allah tidak ada yang perlu ditakutkannya ".
Mendengar
itu salah seorang dari mata-mata itu, dan rupanya dialah ketuanya, maka
dia berkata kepada kawan-kawannya :” Aku kasihan kepada kalian ( yaitu 
kawan-kawannya sendiri ) jika kamu menggangu mereka kamu sendirilah yang
akan binasa, kemudian dia berkata lagi kepada teman-temannya itu : 
“jangan kamu ganggu lagi mereka itu untuk selamanya”, mereka pun lalu 
kembali ke rombongan mereka dan membatalkan rencana mereka semula.
Sungguh tulisan yang ringkas ini tak mampu mengungkapkan kemulian serta 
keutamaan Ratib Al-Habib Umar Al-Attos yang begitu luas dan begitu dalam
hanya kami ingin mengambil keberkahan dari Al-Habib Umar bin 
Abdurrahman Al-Atthos mudah-mudahan kita dapat Ratib ini dan semoga kita
di kumpulkan bersama beliau rhm serta orang-orang yang mencintai dan 
dicintai beliau rhm. Amien.
Sumber : “Kitab Al-Qirthas Lil-Habib Ali bin Hasan Al-Atthos”
Sumber Kelebihan Ratib: Huraian Ratib Al-Habib Umar bin Abdul Rahman Al-Attas


Makna Ratib
Perkataan Ratib mempunyai banyak arti. Ratib yang 
dimaksudkan di sini berasal dari perkataan (rattaba) bererti mengaturkan
atau menyusun. Ratib adalah sesuatu yang tersusun, teratur dengan 
rapinya. Sembahyang sunnah Rawatib adalah antara sembahyang-sembahyang 
sunnah yang diamalkan pada waktu-waktu yang tertentu oleh Nabi s.a.w. 
Ratib al-Attas mengandungi zikir, ayat-ayat al-Quran dan doa-doa yang 
telah sedia tersusun oleh al-Habib Umar bin Abdul Rahman al-Attas yang 
juga dibaca pada waktu-waktu yang tertentu.
Istilah Ratib digunakan 
kebanyakkannya di negeri Hadhramaut dalam menyebut zikir-zikir yang 
biasanya pendek dengan bilangan kiraan zikir yang sedikit (seperti 3, 7,
10, 11 dan 40 kali), senang diamalkan dan dibaca pada waktu-waktu yang 
tertentu iaitu sekali pada waktu pagi dan sekali pada waktu malam. 
Terdapat Ratib al-Haddad, Ratib al-Aidrus, Ratib al-Muhdhor dan 
lain-lain.



Keutamaan Ratib



Berkata sebilangan ulama ahli salaf, antara keutamaan ratib ini bagi
mereka yang tetap mengamalkannya, adalah dipanjangkan umur, mendapat 
Husnul-Khatimah, menjaga segala kepunyaannya di laut dan di bumi dan 
senantiasa berada dalam perlindungan Allah.
Bagi mereka yang 
mempunyai hajat yang tertentu, membaca ratib pada suatu tempat yang 
kosong dengan berwuduk, mengadap kiblat dan berniat apa kehendaknya, 
Insya-Allah dimustajabkan Allah. Para salaf berkata ia amat mujarrab 
dalam menyampaikan segala permintaan jika dibacanya sebanyak 41 kali.
Antara
kelebihan ratib ini adalah, ia menjaga rumahnya dan 40 rumah-rumah 
jirannya dari kebakaran, kecurian dan terkena sihir. As-Syeikh Ali Baras
berkata: “Apabila dibaca dalam suatu kampung atau suatu tempat, ia 
mengamankan ahlinya seperti dijaga oleh 70 pahlawan yang bekuda. Ratib 
ini mengandungi rahsia-rahsia yang bermanfaat. Mereka yang tetap 
mengamalkannya akan diampunkan Allah dosa-dosanya walaupun sebanyak buih
di laut.”
Bagi mereka yang terkena sihir dan membaca ratib, 
Insya-Allah diselamatkan Allah dengan berkat Asma’ Allah, ayat-ayat 
al-Quran dan amalan Nabi Muhammad s.a.w.
Al-Habib Husein bin Abdullah
bin Muhammad bin Mohsen bin Husein al-Attas berkata: “Mereka yang 
mengamalkan ratib dan terpatuk ular nescaya tidak akan terjadi apa-apa 
pada dirinya. Bagi orang yang takut nescaya akan selamat dari segala 
yang ditakuti. Pernah ada seorang yang diserang oleh 15 orang pencuri 
dan dia selamat.”
Pernah datang satu kumpulan mengadu akan hal mereka
yang dikelilingi musuh. Al-Habib Husein menyuruh mereka membaca ratib 
dan beliau jamin Insya-Allah mereka akan selamat.
Ada sebuah kampung 
yang cukup yakin dengan Habib Umar al-Attas dan tidak tinggal dalam 
membaca ratibnya. Kecil, besar, tua dan muda setiap malam mereka membaca
ratib beramai-ramai dengan suara yang kuat. Kebetulan kampung itu 
mempunyai musuh yang hendak menyerang mereka. Kumpulan musuh ini 
menghantar seorang pengintip untuk mencari rahsia tempat mereka supaya 
dapat diserang. Kebetulan pada waktu si pengintip datang dengan 
sembunyi-sembunyi mereka sedang membaca ratib dan sampai kepada zikir:
Ertinya: Dengan nama Allah, kami beriman kepada Allah dan barang siapa yang beriman kepada Allah tiada takut baginya!
Mendengar
tiada takut baginya, dan diulangi sampai tiga kali, si pengintip terus 
menjadi takut dan kembali lalu menceritakan kepada orang-orangnya apa 
yang dia dengar dan mereka tidak jadi menyerang. Maka selamatlah kampung
itu.Nama-nama Ratib



Ratib al-Habib Umar bin Abdurrahman ini mempunyai banyak nama. Antaranya adalah:
Ertinya:
Sesuatu yang sukar diperolehi dan kunci bagi pintu penghubung kepada 
Allah. Nama inilah yang dipilih oleh al-Habib Muhammad bin Salem 
al-Attas apabila menyusun Ratib al-Habib Umar dalam bahasa Arab, Melayu 
dan Tamil. Artinya: Kubu yang kukuh.
Ertinya: Belerang yang merah. 
Satu istilah bagi mentafsirkan sesuatu benda yang amat berharga yang 
sukar didapati pada sebarang waktu atau tempat. Artinya: Pati segala 
zikir.
Ertinya: Magnet rahsia-rahsia bagi mereka yang tetap 
mengamalkannya pada waktu malam dan siang. Artinya: Penawar bagi racun 
yang mujarrab. Menurut kata al-Habib Husein bin Abdullah al-Attas, nama 
ini dinamakan oleh gurunya al-Habib Ahmad bin Hasan apabila menerangkan 
kelebihan Ratib al-Habib Umar.
Artinya: Sumber pencapaian dan kunci 
bagi pintu penghubung kepada Allah. Nama ini hanya terdapat di Tajul 
A’ras oleh al-Habib Ali bin Husein yang menerangkan bahawa dalam kitab 
al-Qirtas yang beliau perolehi tertulis nama Ratib al-Attas sebagai 
Manhal al-Manal dan tidak Azizul Manal.



Sejarah Ratib



Ratib ini dikarang oleh al-Habib Umar bin Abdurrahman al-Attas dan 
sekarang telah berusia kira-kira 400 tahun. Ratib ini sehingga kini 
banyak dibaca di negara-negara seperti di Afrika termasuk Darussalam, 
Mombassa dan Afrika Selatan. Juga di England, Burma (Myanmar), India dan
negara-negara Arab. Di Afrika ia disebarkan oleh murid-murid al-Habib 
Ahmad bin Hasan seperti al-Habib Ahmad Masyhur al-Haddad dan lain-lain. 
Di India, Kemboja dan Burma oleh al-Habib Abdullah bin Alawi al-Attas. 
Sehingga sekarang kumpulan-kumpulan ratib al-Habib Umar atau Zawiyah 
masih diamalkan di Rangoon dan di beberapa daerah di Burma. Tetapi 
mereka lebih terkenal di sana dengan Tariqah al-Attasiyah.
Ratib ini 
telah lama sampai di Malaya, Singapura, Brunei dan Indonesia. Antara 
keterangan ratib ini yang diterbitkan dalam bahasa Melayu di Singapura 
adalah sebuah kitab kecil yang bernama Fathu Rabbin-Nas yang dikarang 
oleh al-Habib Husein bin Abdullah bin Muhammad bin Mohsen bin Husein 
al-Attas. Tarikh selesai karangan ini adalah pada pagi Jumaat 20hb 
Jumadil Awal 1342 (20hb Disember 1923). Ia diterbitkan dengan 
perbelanjaan C.H Kizar Muhammad Ain Company pengedar kain pelekat cap 
kerusi yang beribu pejabat di Madras, India dan dicetak oleh Qalam 
Singapura.
Pada tahun 1939, al-Habib Muhammad bin Salim al-Attas 
telah menerbitkan sebuah kitab yang bernama Miftahul Imdad yang dicetak 
di Matbaah al-Huda di Pulau Pinang. Kitab ini mengandungi wirid-wirid 
datuk beliau al-Habib Ahmad bin Hasan al-Attas tetapi terdapat juga 
ratib al-habib Umar bin Abdurrahman al-Attas di dalamnya.
Mengikut 
al-Habib Muhammad bin Salem al-Attas, al-Habib Hasan bin Ahmad al-Attas 
pada suatu masa dahulu telah mencetak Ratib al-Attas menerusi 
percetakannya Mutaaba’ah al-Attas (Al-Attas Press) yang pejabatnya 
terletak di Wadi Hasan, Johor Bahru, Malaysia. Percetakan ini bergiat di
Johor pada kira-kira tahun 1927.

Bacaan ratib al athos
Ratib Al-Athas Latin dan Terjemah
اَلْفَاتِحَةُ اِلَى حَضْرَةِ النَّبِيِّ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَآلِهِ وَسَلَّمَ, اَعُوذُبِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ (بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ.اَلْحَمْدُلِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ...) الخرسُوْرَةُ الْفَاتِحَة 
اَعُوْذُبِا للهِ السَّمِيْعِ الْعَلِيْمِ مِنَ الشَّيْطَا نِ الرَّجِيْمِ (ثَلاَثًا)
( لَوْاَنْزَلْنَا هَذَا الْقُرْآنَ عَلَى جَبَلٍ لَرَاَيْتَهُ خَاشِعًا مُتَصَدِّعًا مِنْ خَشْيَةِ اللهِ وِتِلْكَ اْلاَمْثَالُ نَضْرِبُهَا لِلنَاسِ لَعَلَّهُمْ يَتَفَكَّرُوْنَ. هُوَاللهُ الَّذِيْ لاَاِلَهَ اِلاَّ هُوَعَالِمُ اْلغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ هُوَالرَّحْمَنُ الرَّحِيْمُ هُوَاللهُ الَّذِيْ لآ اِلَهَ اِلاَّ هُوَاْلمَلِكُ اْلقُدُّوْسُ السَّلاَمُ اْلمُؤْمِنُ اْلمُهَيْمِنُ اْلعَزِيْزُاْمجَبَارُ اْلمُتَكَبِّرُ سُبْحَانَ اللهِ عَمَّايُشْرِ كُوْنَ هُوَاللهُ اْمخَالِقُ اْلبَارِئُ اْلمُصَوِّرُلَهُ اْلاَسْمَاءُ اْمحُسْنَى يُسَبِّحُ لَهُ مَافِى السَّمَوَاتِ وِاْلاَرْضِ وَهُوَ الْعَزِيْزُاْمحَكِيْمِ ) اَعُوْذُبِاللهِ السَّمِيْحِ اْلعَلِيْمِ مِنْ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ (ثلاثا) اَعُوْذُ بِكَلِمَاتِ اللهِ التَّا مَّاتِ مِنْ شَرِّمَا خَلَقَ (ثلاثا) بِسْمِ اللهِ الَّذِيْ لاَيَضُرُّمَعَ اسْمِهِ  شَىْءٌ فِى اْلاَرْضِ وَلاَفِى السَّمَاءِ وَهُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ (ثلاثا) بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ.وَلاَحَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ اِلاَّبِاللهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ (عَشْرًا) بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ (ثَلاَثًا) بِسْمِ اللهِ تَحَصَّنَّا بِاللهِ.بِسْمِ اللهِ تَوَكَّلْنَا بِاللهِ (ثَلاَثًا) بِسْمِ اللهِ آمَنَّابِاللهِ.  وَمَنْ يُؤْ مِنْ بِاللهِ لاَخَوْفٌ عَلَيْهِ (ثَلاَثًا) سُبْحَانَ اللهِ عَزَّاللهِ. سُبْحَانَ اللهِ جَلَّ اللهِ (ثَلاَثًا) سُبْحَانَ اللهِ وَبِحَمْدِهِ.سُبْحَانَ اللهِ الْعَظِيْمِ (ثَلاَثًا) سُبْحَانَ اللهِ وَالْحَمْدُلِلَّهِ وَلآ اِلَهَ اِلاَّ اللهُ وَاللهُ اَكْبَرُ (اَرْبَعًا) يَالَطِيْفًا بِخَلْقِهِ يَاعَلِيْمًا بِخَلْقِهِ يَاخَبِيْرًا بِخَلْقِهِ. اُلْطُفْ بِنَايَالَطِيْفُ,يَاعَلِيْمُ يَاخَبِيْرً (ثلاثا) يَا لَطِيْفًا لَمْ يَزَلْ. اُلْطُفْ بِنَافِيْمَانَزَلْ اِنَّكَ لَطِيْفٌ لَمْ تَزَلْ. اُلْطُفْ بِنَاوَ الْمُسْلِمِيْنَ (ثَلاَثًا) لآ اِلَهَ اِلاَّ اللهُ (اَرْبَعِيْنَ مَرَّةً) مُحَمَّدٌ  رَسُوْلُ اللهَ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَآلِهِ وَسَلَّمَ. حَسْبُنَا اللهُ وَنِعْمَ الْوَكِيْلُ (سبعا) اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَّى مُحَمَّدٍ. اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَيْهِ وَسَلِّمْ (عَشْرًا) اَسْتَغْفِرَاللهَ (اا مَرَّةً). تَائِبُوْنَ اِلَى اللهِ (ثَلاَثًا) يَااَللهُ بِهَا.يَااَللهُ بِهَا يَااَللهُ بِحُسْنِ اْلخَاتِمَةِ (ثَلاَثً) غُفْرَا نَكَ رَبَّنَا وَاِلَيْكَ  اْلمَصِيْرُ لاَيُكَلِفُ اللهُ نَفْسًا اِلاَّ وُسُعَهَا لَهَا مَا اكَسَبَتْ وَعَلَيْهَا مَا اكَتَسَبَتْ رَبَّنَا لاَ تُؤَا خِذْنَا اِنْ نَسِيْنَا اَوْاَخْطَأْ نَا رَبَّنَا وَلاَ تَحْمِلْ عَلَيْنَا اِصْرًا كَمَا حَمَلْتَهُ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِنَا رَبَّنَا وَلاَ تُحَمِّلْنَا مَا لاَ طَا قَةَلَنَا بِهِ وَاعْفُ عَنَّا وَاغْفِرْلَنَا وَارْحَمْنَا اَنْتَ مَوْلاَ نَا فَانْصُرْنَا عَلَى اْلقَوْمِ اْلكَا فِرِيْنَ.
Kemudian membaca :
اَلْفَاتِحَةُ اِلَى رُوْحِ سَيِّدِنَاوَ حَبِيْبِنَاوَ شَفِيْعِنَ رَسُوْلِ اللهِ , مُحَمَّدِ بِنْ عَبْدِاللهِ , وَاَلِهِ وَاَصْحَابِهِ وَاَزْوَاجِهِ وَذُرِّيَّتِهِ , اَنَّ اللهَ يُعْلىِ دَرَجَاتِهِمْ فِى اْلْجَنَّةِ وَ يَنْفَعُنَا بِاَسْرَارِ هِمْ وَاَنْوَارِهِمْ وَعُلُوْمِهِمْ فِى الدِّ يْنِ وَالدُّنْيَا وَاْلآ خِرَةِ وَيَجْعَلُنَا مِنْ حِزْ بِهِمْ وَيَرْزُ قُنَا مَحَبَّتَهُمْ وَيَتَوَفَّانَا عَلَى مِلَّتِهِمْ وَيَحْشُرُنَافِى زُمْرَ تِهِمْ . فِى خَيْرٍ وَ لُطْفٍ وَعَافِيَةٍ , بِسِرِ الْفَا تِحَةْ اَلْفَاتِحَةُ اِلَى رُوْحِ سَيِّدِنَا الْمُهَا جِرْ اِلَى اللهِ اَحْمَدْ بِنْ عِيْسَى وَاِلَى رُوْحِ سَيِّدِنَااْلاُ سْتَاذِ اْلاَعْظَمِ اَلْفَقِيْهِ الْمُقَدَّمِ , مُحَمَّدِ بْنِ عَلِيّ بَاعَلَوِيْ وَاُصُوْلِهِمْ  وَفُرُوْعِهِمْ , وَذَوِىْ الْحُقُوْقِ عَلَيْهِمْ اَجْمَعِيْنَ اَنَّ اللهَ يَغْفُرُ لَهُمْ وَيَرْ حَمُهُمْ وَيُعْلِيْ دَرَجَاتِهِمْ فِى الْجَنَّةِ , وَيَنْفَعُنَا بِاَسْرَارِهِمْ وَاَنْوَارِهِمْ وَعُلُوْ مِهِمْ فِى الدِّ يْنِ وَالدُّنْيَاوَاْلاَخِرَةِ . اَلْفَا تِحَةُ اَلْفَاتِحَةُ اِلَى رُوْحِ سَيِّدِنَا وَحَبِيْبِنَا وَبَرَكَاتِنَا صَاحِبِ الرَّاتِبِ قُطْبِ اْلاَنْفَاسِ اَلْحَبِيْبِ عُمَرKemudian membaca :
بِسْمِ اللهِ الرَّ حْمَنِ الرَّ حِيْمِ. اَلْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَا لَمِيْنَ حَمْدًا يُوَافِى نِعَمَهُ وَيُكَافِىءُ مَزِيْدَهُ, يَا رَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ كَمَا يَنْبَغِىْ لِجَلاَلِ وَجْهِكَ وَعَظِيْمِ سُلْطَا نِكْ, سُبْحَا نَكَ لاَ نُحْصِيْ ثَنَا ءً عَلَيْكَ اَنْتَ كَمَا اَثْنَيْتَ عَلَى نَفْسِكَ, فَلَكَ الْحَمْدُ حَتىَّ تَرْضَى, وَلَكَ الْحَمْدُ اِذَارَضِيْتَ, وَلَكَ الْحَمْدُ بَعْدَ الرِّضَى. اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ فِى اْلاَوَّلِيْنَ وَصَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنّا مُحَمَّدٍ فِى اْلآ خِرِيْنَ وَصَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ فِى كُلِّ وَقْتٍ وَحِيْنٍ, وَصَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ فِى الْمَلَإِ اْلاَ عْلَى اِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ, وَصَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ حَتىَّ تَرِثَ اْلاَرْضَ وَمَنْ عَلَيْهَا وَاَنْتَ خَيْرُ الْوَارِثِيْنَ. اَللَّهُمَّ اِنَّا نَسْتَحْفِظُكَ وَنَسْتَوْ دِعُكَ اَدْيَا نَنَا وَاَنْفُسَنَا وَاَمْوَ الَنَا وَاَهْلَنَا  وَكُلَّ ثَيْءٍ اَعْطَيْتَنَا. اَللَّهُمَّ اجْعَلْنَا وَاِيَّا هُمْ فِى كَنَفِكَ وَاَمَانِكَ وَعِيَاذِكَ, مِنْ كُلِّ شَيْطَانٍ مَرِيْدٍ وَجَبَّارٍ عَنِيْدٍ وَذِىْ عَيْنٍ وَذِيْ بَغْيٍ وَذِيْ حَسَدٍ وَمِنْ شَرِّ كَلِّ ذِيْ شَرٍّ, اِنَّكَ عَلَى كُلِّ شّيْىءٍ قَدِيْرُ. اَللَّهُمَّ جَمِّلْنَا بِالْعَا فِيَةِ وَالسَّلاَ مَةِ, وَحَقِقْنَا بِااتَقْوَى وَاْلاِسْتِقَامَةِ وَاِعِذْنَا مِنْ مُوْ جِبَا تِ النَّدَا مَةِفِى اْلحَالِ وَاْلمَالِ, اِنَّكَ سَمِيْعُ الدُّعَاءِ. وَصَلِّ اللَّهُمَّ بِجَلاَلِكَ وَجَمَالِكَ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ اَجْمَعِيْنَ, وَارْزُقْنَا كَمَالَ اْلمُتَا بَعَةِ لَهُ ظَا هِرًا وَبَا طِنًا يَا اَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ, بِفَضْلِ سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ اْلعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُوْنَ. وَسَلاَمُ عَلَى اْلمُرْسَلِيْنَ وَلْحَمْدُلِلَّهِ رَبِّ اْلعَالَمِيْنَ
Bismillaahir rohmaanir rohiim
Alfatehah ilaa hadlroti nabbiyi musthofa sayyyidina rosulillahi shollallahu ‘alahi wassalam wa aalihi wa ash ha bihi wa azwaa jihi wa dzurriyyaatihi wa ahli baytihi wa mau walah.
Khususon ilaa ruhi Habib Umar bin Abdurrohman Al Athos Shohibirrotib qutbil anfas Wa Syaih ‘ali bin ‘Abdullah baaros.
Alfatehah : (Baca Surat Alfatehah)
A’udzubillahis sami il ‘alim minasysyaithonirrojim (Baca 3 Kali)
(Aku berlindung pada Allah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui dari godaan Syethan yang terkutuk)
Lau angsalna haa dzal qur’aan ‘alaa jabalil laro aitahu khosyiam mutashoddi’am min khosy yatillah watilkal amtsaalu nadlribuhaa linnaasi la’allakum ya tafakkarun.
(Andaikata Kami turunkan Qur’an ini di atas gunung, niscaya kamu akan melihatnya tunduk dan terpecah-pecah kerena sangat takut kepada Allah. Dan perumpamaan-perumpamaan itu Kami buat untuk manusia, agar supaya mereka berpikir)
Huwallaahulladzi Laa ilaaha illa huwa ‘aalimul ghoibi wasy syahadah. Huwarrohmaanurrohim
(Dialah Allah, yang tiada Tuhan kecuali Dia. Yang Maha Mengetahui yang samar dan yang nyata. Dialah Yang Maha Pengasih lagi Penyayang)
Huwallaahulladzi Laa ilaaha illa huwal malikul qudduusus salaamul mukminul muhaiminul ‘aziizul jabbaarul mutakabbir.
(Dialah Allah yang tiada Tuhan kecuali Dia Raja yang Maha suci,yang maha sejahtera, yang mengaruniakan keamanan, yang Maha memelihara, Yang maha Perkasa, Yang maha kuasa. Yang memiliki segala keagungan)
Subhaanallaahi ‘ammaa yusyrikun .Huwallaahul kholiqul baariul mushowwiru lahul asma ul husana. Yusab bihu lahuu maa fissamaa waati wal ardh wahuwal ‘aziizul hakim.
(Maha suci Allah dari segala apa yang mereka sekutukan. Dialah yang menciptkan,Yang mengadakan, Yang membentuk rupa, yang mempunyai nama-nama yang bagus. Bertasbih kepada-Nya apa yang ada dilangit dan dibumi, dan Dialah yang Maha Perkasa dan Maha bijaksana.)
A’udzubillahis sami il ‘alim minasysyaithonirrojim (Baca 3 Kali)
(Aku berlindung pada Allah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui dari godaan Syethan yang terkutuk)
A’udzu bikalimatillaahittammati ming syarrimaakholaq (Baca 3 Kali)
(Aku berlindung dengan kalimat-kalimat Allah Yang sempurna dari kejelekan sesuatu yang diciptakan.)
Bismillaahilladzi laa yadluru ma’asmihi syaiun fil ardli walaa fissama-I wahuwas samii ‘ul ‘alim (Baca 3 Kali)
(Dengan nama Allah tidak akan bisa mencelakakan apa-apapun di bumi dan di langit bersama nama-Nya. Dia Maha Mendengar dan Maha Melihat)
Bismillaahir rohmaanir rohiim walaa haula walaa quwwata illaa billaa hil ‘aliyil ‘adhim (Baca 10 kali)
(Dengan nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Tiada daya dan tiada kekuatan kecuali dari Allah Yang Maha Tinggi lagi Maha Agung)
Bismillaahir rohmaanir rohiim (Baca 3 kali)
(Dengan nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.)
Bismillaahi tahash shona billahi bismillaahi tawakkalna billlah (Baca 3 kali)
(Dengan nama Allah aku berlindung dengan Allah, Dengan nama Allah aku berserah diri kepada Allah).
Bismillaahi amanna billahi wamayyukmimbillahi Laa khaufun ‘alaih (Baca 3 kali)
(Dengan nama Allah aku beriman kepada Allah. Barang siapa yang beriman kepada Allah maka tiada takut baginya.
Subhaanallahi ‘azzallahi Subhaanallahi jallallh (Baca 3 kali)
(Maha suci Allah, Maha Mulia Allah,Maha suci Allah Maha Agung Allah)
Subhaanallahi wabihmamdihi Subhaanallaahil ‘adhim (Baca 3 kali)
(Maha suci Allah dan memuji kepada-Nya, Maha suci Allah yang Maha Agung)
Subhaanallahi walahamdu lillahi walaa ilaa ha illallahu waallahu akbar (Baca 4 kali )
(Maha suci Allah dan segala puji bagi Allah dan Tiada Tuhan kecuali Allah, dan Allah Maha Agung)
Yaa lathifan bikholqihi Yaa ‘aliman bikholqihi Yaa Khobiron bikholqihi ulthuf binaa Yaa lathif Yaa ‘alim Yaa khobir (Baca 3 kali)
(Wahai yang Maha Pengasih dengan Makhluk-Nya wahai yang mengetahui dengan makhluk-Nya wahai yang maha waspada dengan makhluk-Nya, kasihanilah kami wahai yang Maha Pengasih, wahai yang Maha Mengetahui wahai yang maha waspada)
Yaa lathiifal lam yazal ulthuf binaa fiimaa nazal innaka lathiful lam tazal ulthuf bina wal muslimin ( Baca 3 Kali)
(Wahai yang Maha Pengasih yang tiada putus, kasihanilah kami dan orang-orang islam)
Laa ilaa ha illallah (Baca 40 kali atau, 80 kali,atau 100 kali)
(Tiada tuhan yang disembah kecuali Allah)
Muhammaadur rosuulullah (Baca 1 kali )
(Muhammad utusan Allah)
Hasbunallahi wani’mal wakil ( Baca 7 kali)
(Yang mencukupi kami adalah Allah dan sebaik-baik zat yang dipasrahi)
Allahumma sholli ‘ala Sayyidina Muhammad, Allahumma sholli ‘alaihi wasallim ( Baca 10 kali).
(Wahai Allah berilah rahmat atas Junjungan kami Muhammad, Yaa Allah limpahkan rahmat kepadanya dan sejahtera)
Allahumma sholli ‘ala Sayyidina Muhammad, Yaa Robbi sholli ‘alaihi wasalim (Baca 1 kali)
(Wahai Allah berilah rahmat atas Junjungan kami Muhammad, Yaa Allah limpahkan rahmat kepadanya dan sejahtera)
Astaghfirullah (Baca 11 kali)
(Aku mohon ampun kepada Allah)
Taa ibuu na Ilallaah ( Baca 3 kali)
(Semoga aku termasuk golongan orang-orang yang bertobat kepada Allah)
Yaa Allah biha Yaa Allah biha Yaa Allah bihusnil Khotimah (Baca 3 kali)
(Wahai Allah dengan kalimatMu, Wahai Allah dengankalimatMu,Wahai Allah dengan kebaikan di akhir hayat)
Yaa Kariim (Baca 1 kali)
Ghufraanaka Rabbanaa wa ilaikal mashiir, Laa yukallifullahu nafsan Illa wus’ahaa, lahaa maa kasabat wa ‘alaihaa maktasabat, Robbana Laa tu –‘aakhidzna in nasiinaa au akh thoknaa Robbana waala tahmil ‘alaina ishrong kamaa hamaltahu ‘alal lasdzina ming qoblina Robbana walaa tuhammillnaa maa laa thoqotolanaa bih Wa’fu ‘annaa waghfir lanaa warhamnaa anta maulaanaa fangsurnaa ‘alal qaumil kaafiriin. (Baca 1 kali)
(Aku mohon ampunan-Mu wahai Tuhan kami, dan kepada-Mu lah tempat kembali. Tiada memaksa Allah kepada seseorang kecuali kadar kemampuanya, baginya apa yang dikerjakan,dan baginya siksa sesuatu dikerjakan/dilakukan Wahai Tuhan kami janganlah Engkau siksa aku bila mana aku lupa atau aku salah. Wahai Tuhan kami janganlah Engkau bebankan pada kami beban yang berat sebagimana Engkau bebankan pada orang-orang sebelum kami, Wahai Tuhan kami janganlah Engkau pikulkan pada kami, apa yang tak sanggup kami memikulnya, maafkanlah kami dan ampunilah kami dan Rahmatilah kami, Engkau penolong kami, maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir.)
DZIKIR TAUHID
Afdhaludzdzikri fa’lam annahu…
(Ketahuilah.dzikir yang lebih utama adalah…………
Laa ilaa ha illallah Muhammaadur rosuulullah (Baca 3 kali )
(Tiada tuhan yang disembah kecuali Allah dan Muhammad utusan Allah)
Laa ilaa ha illallah ( Baca 5 kali)
(Tiada tuhan yang disembah kecuali Allah)
Alahu ( Baca 25 kali)
(Allah)
Laa ilaa ha illallah Muhammaadur rosuulullah (Baca 3 kali )
(Tiada tuhan yang disembah kecuali Allah dan Muhammad utusan Allah)
Al Fatihah Illa hadhroti sayyidina Muhammad rosulillah Shollallahu ‘alaihi wasallam. Wa aalihi wa ash ha bihi wa azwajihi wadzurriyyaatihi wa ahlul baitihi waman walah.
Bi annallaaha yu’lii darajaathim fil jannati wa yangfa’unaa bi asraarihim wayaj’alunaa min hizbihim wayarzuqunaa mahabbatahum wayatawafaanaa ‘alaa millatihim wayahsyurunaa fii zumrathim . ( Al Fatihah). Atsaabakumullah
Al Fatihah Illa ruhi sayyidinal muhajir illallah Ahmad bin ‘I sa annaqiib wa sayyidnaa alfaqih muqoddam Muhammad bin ‘alii baa ‘Alawii wa ushuulihi wafuruu’ihim Wadzawil huquuqi ‘alaihim ajma’iin.Annallaha yaghfiru lahum wayarhamuhum wayu’lii darajaatihim fil jannati wayanfa’unaa bi asraarihim wa anwaarihim wa’uluumihim wanafakhaatihim fid diini wad dunyaa wal aakhirah (Al Fatihah). Atsaabakumullah.
Al Fatihah Illa ruhi sayyidinal wa habibiina wabarookatinaa waqud watinaa wa mursyidina Al Habib ‘Umar Bin Abdurrohmann Al Athos Shohibirrotib qutbil angwas wa Syaih ‘Ali Bin Abdullah Baaros, wa ushulihi wafuruu’ihim wadzawil huquuqi ‘alaihim ajmaniin. Tsuma ilaa ruuhi Al Habib Husain Bin Umar Al Athos, wal Habib Abdullah waHasan Al Athos wal Habib ‘Ali Bin Hasan Al Athos, maulal masyhadu wa shohibil qirtoos wal Habib ‘Umar Bin ‘Ali Al Athos wal Habib Abu Bakar bin Abdullah Al Athos wa shohibil ijazah Al Habib Muhammad bin Hadun Bin ‘Umar Al Athos. Wa ushuulihim wa furuu’ihim wa dzawil huquuqi ‘alaihim ajmain. Annalloha yaghwiru lahum wayarhahum wayu’lii darojatihim fil janah wayang fa’unaa bi asroorihim wa anwarihim wa’usulihim wanafahaa tihim fiddini wad dunyaa wal aakhirat. Al Fatihah Atsabakumullah.
Al Fatihah illa arwahii jami’il Auliya-i wa syuhadaa-i wash Sholihiin wal ammatirrosyidin min masyariqil ardhi ila maghoribiha, khususon ila arwahi jami’il auliyaa-i tis ‘atu al masyhuri fil Indonesia bi auliyaa-i songo rodhiyallahu ‘anhum Wa ilaa arwahi anaa’ina wa ummahaa tinaa wajadaa dinaa wajadaa tinaa wa ajdaadinaa wa ma syaa yikhina wamu’alliminaa wadzawil khuquqi ‘alaina ajma’in wa jamii’il mu’miniina wal mu’minat wal muslimina wal muslimat. Annalloha yaghwiru lahum wayarhahum wayu’lii darojatihim fil janah wayang fa’unaa bi asroorihim wa anwarihim wa’usulihim wanafahaa tihim fiddini wad dunyaa wal aakhirat. Al Fatihah Atsabakumullah.
Al Fatihah bil qobuuli watami kulla suulin wamakmuuli wa shjolaahi syaani dzohiron wa batinan fiddiin waddunya wal akhirooh daafi’atan likulli syarrrin jaalibatan likulli khairin lana wali ahbaa binaa waliwa lidiina wali ‘aulaadinaa wa masyaayihina fiddiini ma’al luthfi wal ‘aafiyah wa ‘alaa niati Annalloha yunaw wirru quluu banaa waqowaa libanaa ma’attuqqo wal huda wal ‘afaf wal mauti ‘alaa dinil ISLAM wal IMAN bila mihnatin walaa imtihanin bihaqqi sayyidi waladi’ adani walikullli niatin sholihatin wa ila hadrotin nabiyyil mustofa Sayyidina Muhammadin Shollallahu ‘alaihi wassalam wa mau walah. Al Fatihah.
DO’A
Alhamdu lillahi robbil ‘aalamiin hamday yuwaafii ni’amahuu wayukaafi u maziidah, Ya Robbanaa lakal hamdu kamaa yambaghii lijalaali wajhika wali a’dzimil sul thoonik. Subbaanaka laa nuhsii tsanaa an’alaika anta kamaa atsnaita ‘alaa nafsik, falakal hamdu hatta tardo, walakal hamdu idza rodhiita walakal hamdu ba’dar ridhoo.
Allaahumma sholi wasalim ‘alaa sayyidina Muhammadin fil awwalin
Wa sholi wasalim ‘alaa sayyidina Muhammadin fil aakhirin
Wa sholi wasalim ‘alaa sayyidina Muhammadin fil kulli waqtiwahiim
Wa sholi wasalim ‘alaa sayyidina Muhammadin hatta tarisal ardho waman ‘alaihaa wa anta khoirul waarisiin.
Allahumma inna nastahfizshuka wanas taudi’uka adyaa nana wa angfusanaa wa ahlana wa auladana a wa amwaa lanaa wa kulla syaiin a’thoi tana.
Allahumaj ‘alnaa wa iyyahum fii ka’nafika wa amaa nika wajiwaa rika wa’iyaa dzika ming kulli syaithonimmariid wajabrin ‘anid wa dzii ‘anid wadzi baghyin, wawing syarri kulli dzi syarrin innaka ‘ala kuli say ing qodiir.
Allahumma jamilnaa bil ‘afiah wassalamah wa haqqiqiana bittaqwa wal istiqomah, wa aidnaa mim mujibaatin nadaamah, fil haal wal mal, innaka samii’uddua’. Wa shollillaahumma bijamalika wajalaa lika ‘alaa sayyidina Muhammadin wa’ala aalihi wa shoh bihi ajmaiin, warzuqnaa kamaalal muta ba’ati lahu zhohiron, bifadhli sub haana robbika robbil ‘izzati ‘amma yashifun, wasalaamun ‘alal mursalin, walhamdu lillahi Robbil ‘aalamiin.

1 Response to "Fadhilah ratib al athos serta bacaannya"

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel