pengetahuandunia23.xyz pengertian puasa wajib pengertian puasa menurut bahasa dan istilah - Pengetahuandunia23

pengertian puasa wajib pengertian puasa menurut bahasa dan istilah

Secara bahasa (etimologi) berarti : menahan. 
Menurut istilah syara'(terminologi) berarti menahan diri 
dari perkara yang membatalkan puasa mulai terbit fajar 
sampai terbenamnya matahari dengan niat tertentu.
Dasar wajib puasa:




 Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kalian 
berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang 
sebelum kalian agar kalian bertakwa, (Al-Baqoroh 183)
Puasa diwajibkan pada bulan Sya'ban tahun kedua 
hijriyyah.

Hikmah puasa : menahan hawa nafsu, mengurangi 
syahwat, memberikan pelajaran bagi si kaya untuk 
merasakan lapar sehingga menumbuhkan rasa kasih 
sayang kepada fakir miskin, dan menjaga dari maksiat.

Syarat sah puasa:
1. Islam
2. Berakal
3. Bersih dari haid dan nifas
4. Mengetahui waktu diperbolehkan untuk berpuasa.
Berarti tidak sah puasa orang kaör, orang gila walaupun 
sebentar, perempuan haid atau nifas dan puasa di waktu 
yang diharamkan berpuasa, seperti hari raya atau hari 

tasyriq. 
Adapun perempuan yang terputus haid atau nifasnya 
sebelum fajar maka puasanya tetap sah dengan syarat 
telah niat, sekalipun belum mandi sampai pagi.

Syarat wajib puasa
1. Islam
Puasa tidak wajib bagi orang kaör dalam hukum dunia, 
namun di akhirat mereka tetap dituntut dan diadzab 
karena meninggalkan puasa selain diadzab karena 
kekaörannya.
Sedangkan orang murtad tetap wajib puasa dan mengqodho' 
kewajiban-kewajiban yang ditinggalkannya selama murtad.
2. Mukallaf (baligh dan berakal).
Anak yang belum baligh atau orang gila tidak wajib puasa, 
namun orang tua wajib menyuruh anaknya berpuasa pada 
usia 7 tahun jika telah mampu dan wajib memukulnya jika 
meninggalkan puasa pada usia 10 tahun. 
3. Mampu mengerjakan puasa (bukan orang lansia atau 
orang sakit).
Lansia yang tidak mampu berpuasa atau orang sakit yang 
tidak ada harapan untuk sembuh menurut medis wajib 
mengganti puasanya dengan membayar ödyah yaitu satu 
mud (7,5 ons) makanan pokok untuk setiap harinya.
4. Mukim (bukan musaör sejauh ± 82 km dan keluar dari 

batas daerahnya sebelum fajar)

Rukun rukun puasa
1. Niat, 
Niat untuk puasa wajib, mulai terbenamnya matahari 
sampai terbitnya fajar di setiap harinya. Sedangkan niat 
untuk puasa sunnah, sampai tergelincirnya matahari 
(waktu duhur) dengan syarat:
a. diniatkan sebelum masuk waktu dhuhur
b. tidak mengerjakan hal-hal yang membatalkan puasa 
seperti makan, minum dan lain-lain sebelum niat. 
Niat puasa Ramadhan yang sempurna:


Saya niat mengerjakan kewajiban puasa bulan Ramadhan esok hari pada tahun ini karena Allah SWT.

2. Menghindari perkara yang membatalkan puasa.
Kecuali jika lupa atau dipaksa atau karena kebodohan 
yang ditolerir oleh syari'at (jahil ma'dzur).
Jahil ma'dzur/kebodohan yang ditolelir syariat ada dua:
a. hidup jauh dari ulama'.
b. baru masuk islam.


 Hal-hal yang membatalkan puasa :
1. Masuknya sesuatu ke dalam rongga terbuka yang 
tembus ke bagian dalam tubuh seperti mulut, hidung, 
telinga dan lain-lain jika ada unsur kesengajaan, 
mengetahui keharamannya dan atas kehendak sendiri. 
Namun jika dalam keadaan lupa, tidak mengetahui 
keharamannya karena bodoh yang ditolerir atau 
dipaksa, maka puasanya tetap sah. 
2. Murtad, sekalipun masuk islam seketika.
3. Haid, nifas dan melahirkan sekalipun sebentar.
4. Gila meskipun sebentar.
5. Pingsan dan mabuk sehari penuh. Jika masih ada 
kesadaran sekalipun sebentar, tetap sah.
6. Bersetubuh dengan sengaja dan mengetahui 
keharamannya.
7. Mengeluarkan mani dengan sengaja, seperti dengan 
tangan atau dengan menyentuh istrinya tanpa 
penghalang.
8. Muntah dengan sengaja.
Masalah masalah yang berkaitan dengan puasa:

1. Apabila seseorang berhubungan dengan istrinya pada 
siang hari Ramadhan dengan sengaja, tanpa terpaksa 
dan mengetahui keharamannya maka puasanya batal, 
berdosa, wajib menahan diri dari hal-hal yang 
membatalkan puasa sampai maghrib dan wajib 
mengqodhoi puasa serta wajib membayar kaffaroh 
[denda] yaitu:
- membebaskan budak perempuan yang islam
- jika tidak mampu, wajib berpuasa dua bulan 

berturut turut,
jika tidak mampu maka wajib memberi makanan pada 
60 orang miskin masing-masing berupa 1 mud (7,5 ons) 
dari makanan pokok. Denda ini wajib dikeluarkan hanya 
bagi laki laki.

2. Hukum menelan dahak :
 - Jika telah mencapai batas luar tenggorokan, maka 
haram menelan dan membatalkan puasa.
 - Jika masih di batas dalam tenggorokan, maka boleh 
dan tidak membatalkan puasa.
Yang dimaksud batas luar menurut pendapat Imam Nawawi 
(mu'tamad) adalah makhroj huruf kha' ( ), dan 
dibawahnya adalah batas dalam. Sedangkan menurut 
sebagian ulama' batas luar adalah makhroj huruf kho'( ), 
dan di bawahnya adalah batas dalam. 

3. Menelan ludah tidak membatalkan puasa dengan syarat:
 - Murni (tidak tercampur benda lain)
 - Suci
 - Berasal dari sumbernya yaitu lidah dan mulut, 
sedangkan menelan ludah yang berada pada bibir 
luar membatalkan puasa karena sudah di luar mulut.

4. Hukum masuknya air mandi ke dalam rongga dengan 
tanpa sengaja:
 - Jika sebab mandi sunnah seperti mandi untuk sholat 
jum'at atau mandi wajib seperti mandi janabat maka 
tidak membatalkan puasa kecuali jika sengaja atau 
menyelam.
 - Jika bukan mandi sunnah atau wajib seperti mandi 
untuk membersihkan badan maka puasanya batal 
baik disengaja atau tidak.

5. Hukum air kumur yang tertelan tanpa sengaja:
 - Jika berkumur untuk kesunnahan seperti dalam 
wudhu' tidak membatalkan puasa asalkan tidak 
terlalu ke dalam (mubalaghoh)
 - Jika berkumur biasa, bukan untuk kesunnahan maka 
puasanya batal secara mutlak, baik terlalu ke dalam 

(mubalaghoh) atau tidak.

6. Orang yang muntah atau mulutnya berdarah wajib 
berkumur dengan mubalaghoh (membersihkan hingga 
ke pangkal tenggorokan) agar semua bagian mulutnya 
suci.
Apabila ia menelan ludah tanpa mensucikan mulutnya 
terlebih dahulu maka puasanya batal sekalipun ludahnya 
nampak bersih.

7. Orang yang sengaja membatalkan puasanya atau tidak 
berniat di malam hari, wajib menahan diri di siang hari 
Ramadhan dari perkara yang membatalkan puasa 
(seperti orang puasa) sampai maghrib dan setelah 
Ramadhan wajib mengqodhoi puasanya.


8. Berbagai konsekuensi bagi orang yang tidak berpuasa 
atau membatalkan puasa Ramadhan:
 1. Wajib qodho' dan membayar denda :
 - Jika membatalkan puasa demi orang lain. 
Seperti perempuan mengandung dan menyusui 
yang tidak puasa karena kuatir pada kesehatan 
anaknya saja.
 - Mengakhirkan qodho' hingga datang Ramadhan 
lagi tanpa ada udzur.
 2. Wajib qodho' tanpa denda. 
Berlaku bagi orang yang tidak berniat puasa di 
malam hari, orang yang membatalkan puasanya 
dengan selain jima' (bersetubuh) dan perempuan 
hamil atau menyusui yang tidak puasa karena kuatir 
pada kesehatan dirinya saja atau kesehatan dirinya 
dan anaknya.
 3. Wajib denda tanpa qodho'. 
Berlaku bagi orang lanjut usia dan orang sakit yang 
tidak punya harapan sembuh, jika keduanya tidak 
mampu berpuasa.
4. Tidak wajib qodho' dan tidak wajib denda. 
Berlaku bagi orang yang gila tanpa disengaja.
Yang dimaksud denda di sini adalah 1 mud (7,5 ons) 
makanan pokok daerah setempat untuk setiap 

harinya.

Hal-hal yang disunnahkan dalam puasa Ramadhan:
1. Menyegerakan berbuka puasa.
2. Sahur, sekalipun dengan seteguk air.
3. Mengakhirkan sahur, dimulai dari tengah malam.
4. Berbuka dengan kurma. Disunnahkan dengan 
bilangan ganjil. Bila tak ada kurma, maka air zam-
zam. Bila tak ada, cukup dengan air putih. Bila tak 
ada, dengan apa saja yang berasa manis alami. Bila 
tak ada juga, berbuka dengan makanan atau 
minuman yang diberi pemanis.
5. Membaca doa berbuka yaitu:
6. Memberi makanan berbuka kepada orang berpuasa.
7. Mandi janabat sebelum terbitnya fajar bagi orang 
yang junub di malam hari.
8. Mandi setiap malam di bulan Ramadhan
9. Menekuni sholat tarawih dan witir.
10. Memperbanyak bacaan Al Quran dengan berusaha 
memahami artinya.
11. Memperbanyak amalan sunnah dan amal sholeh.
12. Meninggalkan caci maki.
13. Berusaha makan dari yang halal
14. Bersungguh-sungguh di sepuluh hari terakhir, dan 
lain-lain 
Hal-hal yang dimakruhkan dalam puasa Ramadhan:
1. Mencicipi makanan.
2. Bekam [mengeluarkan darah].
3. Banyak tidur dan terlalu kenyang.
4. Mandi dengan menyelam.

5. Memakai siwak setelah masuk waktu duhur.




BAB PUASA  di dowload gays

0 Response to "pengertian puasa wajib pengertian puasa menurut bahasa dan istilah"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel